Selasa, 27 Desember 2011

10 Musisi Wanita Berpenghasilan Terbesar 2011

10 Musisi Wanita Berpenghasilan Terbesar 2011


Lady Gaga berada di peringkat pertama dengan mengantongi penghasilan sebesar US$ 90 juta

Musisi Wanita Berpenghasilan Terbesar 2011 (Reuters)

VIVAnews - Lady Gaga, Taylor Swift, dan Katy Perry barangkali gagal mengalahkan penyanyi asal Inggris, Adele dalam hal mencetak penjualan album dan single. Namun, ketiganya sukses menempati peringkat teratas sebagai musisi wanita berpenghasilan terbesar pada tahun ini.

Dikutip dari laman Aceshowbiz, Gaga menempati peringkat pertama dalam daftar yang dirilis Forbes tersebut. Pelantun 'Bad Romance' ini tercatat mengantongi penghasilan sebesar US$90 juta atau setara dengan Rp827 miliar pada tahun ini.

Sebagian besar penghasilan Gaga berasal dari penjualan album terbarunya, 'Born This Way', tur keliling dunia, dan iklan dengan beberapa perusahaan ternama, seperti Polaroid, Virgin Mobile, dan Viva Glam.

Di Amerika Serikat, album Gaga telah terjual sekitar 2 juta copy dan 8 juta copy di seluruh dunia. Berada di peringkat dua adalah penyanyi country muda berbakat, Taylor Swift. Selama satu tahun ini, Swift mengantongi penghasilan sebesar US$45 juta atau setara dengan Rp413 miliar. Angka tersebut berasal dari album miliknya berjudul 'Speak Now' yang berhasil terjual sebanyak 500 ribu copy pada paruh pertama 2011.

Adapun penyanyi yang akan konser di Indonesia pada Januari mendatang, Katy Perry menempati peringkat tiga dengan meraup penghasilan sebesar US$44 juta atau setara dengan Rp404 miliar. Album musim panasnya bertajuk 'Teenage Dream' menjadi salah satu penyumbang terbesar penghasilan Perry.

Daftar Forbes menggunakan data-data, antara lain dari Pollstar, RIAA, dan lainnya, termasuk wawancara dengan orang di dalam industri, agen, promotor. Dalam beberapa kasus, Forbes juga mewawancara para musisi itu sendiri.
Berikut adalah daftar musisi wanita berpenghasilan paling besar berdasarkan Forbes:
1. Lady Gaga (US$90 juta atau setara dengan Rp827 miliar)
2. Taylor Swift (US$45 juta atau setara dengan Rp413 miliar)
3. Katy Perry (US$44 juta atau setara dengan Rp404 miliar)
4. Beyonce Knowles (US$35 juta atau setara dengan Rp321 miliar)
5. Rihanna (US$29 juta atau setara dengan Rp266 miliar)
6. Pink (US$22 juta atau setara dengan Rp202 miliar)
7. Carrie Underwood (US$20 juta atau setara dengan Rp183 miliar)
8. Celine Dion (US$19 juta atau setara dengan Rp174 miliar)
9. Adele (US$18 juta atau setara dengan 165 miliar)
10. Alicia Keys dan Britney Spears (US$10 juta atau setara dengan Rp91 miliar)
Read More >>

Senin, 26 Desember 2011

Resensi Till We Meet Again

 Till We Meet Again

Penerbit : Gagas Media
Penulis:  Yoana Dianika 
Tebal: 294 halaman

Cinta memang penuh misteri. Jarak dan waktu seolah tidak akan cukup mampu untuk menghapus kenangan di antara sepasang anak manusia yang pernah dilanda cinta. Bahkan cinta bisa membuat seseorang menanti dengan setia dan mencari dengan segenap tenaga.
          Begitulah kisah Elena Sebastian Atmadja, gadis blasteran Austria-Indonesia. Delapan tahun Elena memendam rasa pada Hans, pria yang ia kenal saat menghabiskan masa remaja di Austria. Kini Elena telah dewasa. Ia memutuskan meninggalkan Bandung, tempat ayah tinggal dan kembali ke negeri asal sang bunda, Austria, untuk mencari Hans, pria yang selalu membayanginya.
          Namun, Elena kalah cepat. Pria itu kini sudah bersama dengan gadis lain. Sementara itu, secara perlahan, Chris, teman dekat Elena mengisi kekosongan hatinya. Sang penulis, Yoana Dianika, akan membawa Anda menjelajah kota Wina dan kota-kota lain di Austria. Penggambaran latar yang detil makin menambah romantisme jalan cerita. Apalagi penulis mampu melukiskan setiap cerita dengan penuh perasaan.
          Novel Till We Meet Again ini merupakan Juara Ketiga 100% Roman Asli Indonesia yang diselenggarakan GagasMedia beberapa waktu lalu.  Ingin membaca novel romantic yang mendebarkan, mengharukan, dan menghanyutkan hanya di Till We Meet Again
Read More >>

Resensi Èclair

“Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself.” –Leo Tolstoy


Judul : Èclair (Pagi Terakhir di Rusia)
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 236 halaman (13 cm x 16 cm)
Harga : Rp 36.000,-
ISBN : 979-780-472-0

ÈCLAIR (Gagas Media, 2011) merupakan sebuah kisah persahabatan yang tak kenal akhir dan batas antara Sergei Valentinich Snegov, sang patissier yang merupakan adik lelakinya–Stepanych Valentinich Snegov, dan kakak beradik Olivier; Kay dan Lhiver.
Pagi Terakhir di Rusia…
Gadis cantik bermata biru azure, Ekaterina Fyodorovna. Katya, Krasivaya Devushka, Tsarina, Mademoiselle; begitulah nama panggilan akrab gadis yang merupakan anak dari seorang detektif terkenal di Rusia yang selalu dicari oleh kaum Rasputin. Kehidupannya yang serba sempurna–tepatnya selalu menginginkan kesempurnaan,–kehidupan mewah dan membenci kegagalan sehingga ia dijuluki nona-yang-tidak-pernah-gagal, dikelilingi oleh pilar-pilar yang menjulang tinggi di mansionnya yang megah di Rusia tidak membuat hidupnya seindah lingkungannya. Banyak hal yang harus dihadapinya untuk melawan kaum Rasputin yang terus mengejarnya–setelah kematian ayahnya–untuk mendapatkan sesuatu darinya. Namun, komitmennya yang tinggi pada ayahnya, membuatnya rela untuk mempertahankan sesuatu itu, walaupun nyawanya sebagai taruhannya.

Seorang pebisnis yang selalu dikendalikan oleh seluruh kesibukannya, bertemu oleh seorang gadis bermata biru azure pada acara duka di hari itu. Ia harus menemani ayahnya yang menghadiri kematian sahabatnya dan di saat itulah ia bertemu dengan Krasivaya Devushka. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Sergei Valentinich Snegov, itulah namanya. Ia menyukai aliran seni apapun. Namun, tak satupun yang benar-benar ia dalami. Namun, Sergei berhasil memainkan Piano Concerto No 2 Opus 18 gubahan Sergey Rachmaninoff untuk memecahkan sebuah teka-teki demi menyelamatkan gadis yang ia temui waktu itu, Krasivaya Devushka.

Stepanych Valentinich Snegov, patissier sejati yang terkenal di seluruh dataran Eropa. Bahkan namanya dikenal sampai ke New York bahkan dunia. Èclair buatannya yang begitu terkenal, membuat namanya begitu di kenal banyak orang, sehingga banyak orang juga yang begitu mengagumi sosok Stepanych. Hanya saja, kalau kejadian itu tidak terjadi. Kalau saja ia tidak meminta Sergei membacakan puisi untuknya. Semuanya yakin, Stepanych masih bisa mencicipi èclair buatan Fuyu–murid Lhiver di Surabaya, Indonesia, yang berkebangsaan Jepang–yang begitu mengaguminya. Tidak hanya itu! Ia pasti bisa melihat kebahagiaan Sergei secara langsung. Waktu itu, ia hanya menunggu waktu, ketika ia dapat berkumpul dengan sahabat-sahabatnya sampai ia mencapai waktunya.

Kay dan Lhiver Olivier. Dua orang kakak beradik ini merupakan sahabat dari Sergei juga Stepanych. Kay adalah seorang fotografer, sedangkan Lhiver adalah seorang sastrawan. Waktu itu, Kay sempat dituduh sebagai pembunuh Tatiana Andreyva, seorang chef terkenal di New York. Namun, berkat bantuan istrinya, Claudine, dan Tsarina, ia dapat bebas dari tuduhan–lebih tepatnya, fitnah–itu. Sedangkan adiknya, Lhiver yang menetap di Surabaya mengajar sastra Inggris, meninggalkan semua kenangan pahit yang menghampirinya saat ia tinggal di Perancis dulu. Melupakan semua sahabatnya juga kakaknya. Ia hanya ingin mengasingkan dirinya, walaupun sebenarnya hati kecilnya berkata, “aku rindu mereka.” Lhiver membutuhkan waktu untuk mengubah dirinya dan sungguh-sungguh siap untuk bertemu dengan… mereka.

Semuanya berpikir untuk mengubah dunia, namun tak ada yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri. Ego menguasai diri mereka, dan nampaknya mereka membutuhkan sesuatu untuk mengalahkan ego itu. Dan sepiring èclair, nampaknya berhasil meluluhkan ego mereka dengan sentuhan masa lalu.

Alam, cinta, persaudaraan dan persahabatan. Itulah yang kupedulikan. Dan aku telah kehilangan dua di antaranya.

Èclair, siapa yang tak tahu kue lezat ini. Kue berlapis whipped cream yang terasa tidak terlalu manis dan topping berbagai rasa di atasnya. Waktu saya melihat novel berjudul ÈCLAIR ini, saya jadi ingat waktu saya melancong ke Malang dan disuguhi sepiring èclair yang baru matang. Aroma menteganya yang khas dan rasanya yang manis, membuat saya sempat berpikir bahwa novel ini semanis èclair yang pernah saya makan waktu itu.

Namun, ternyata tidak. Novel ÈCLAIR ini tidak semanis rasa èclair yang asli. Namun, èclair dapat menggambarkan beberapa kekhasan dari novel ini. Gaya penulisan dari Prisca Primasari ini membuat saya dapat terjun ke dalam arena cerita di dalamnya. Mudah untuk membayangkan situasi yang terjadi di dalam novel ini. Walaupun unsur budaya Rusia yang begitu kental, sang penulis tetap lihai membuat pembaca penasaran, “Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah ini? Apakah itu?”

Membaca novel ÈCLAIR ini seperti membaca novel-novel klasik terjemahan, dengan bahasa yang lebih ringan. Bagi penggemar literatur Eropa–seperti saya sendiri,–novel ÈCLAIR sangat pas. Di dalamnya, pembaca disuguhi dengan beberapa literatur Inggris, dan beberapa negara di Eropa. Selain itu, beberapa judul musik klasik terkenal juga sempat disebutkan dalam novel ini, menambah kesan klasik yang lebih jauh lagi.

Ada beberapa bagian yang saya suka dari novel ini. Satu, gaya bahasa yang ringan tapi berbobot. Membuat semua yang ada di dalam novel ini menjadi suatu kenyataan yang benar-benar terjadi. Dan yang saya tahu, menggabungkan antara fakta dan fiksi tidaklah mudah. Dua, alur cerita yang membuat pembaca bisa menengok ke masa lalu dan membuat sebuah layar tancap mini di atas kepala. Tiga, kisahnya yang tragis dan menegangkan dipadukan dengan sebuah cerita semanis èclair.
Read More >>

Resensi Remember When

Tau novel Remember When ? Iya, ini Novel karangan Winna Efendi. Novel ini menyentuh banget.

Kalau belum tau, ini Sinopsisnya :

Dilema inilah yang dialami Freya. Selama lebih dari dua tahun lamanya ia telah bersahabat dengan Gia dan Adrian, pacar Gia. Selama itu pula, Freya telah menjadi pacar dari Moses. Mereka berempat adalah sahabat yang tak terpisahkan di SMA itu.

Selama ini, Freya dan Moses terkenal sebagai raja dan ratu di sekolahnya. Mereka sama-sama jawara sekolah. Hubungan mereka pun berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka terbiasa ‘berkencan’ di perpustakaan. Berkutat dengan pelajaran dan mengerjakan tugas bersama.

Lain halnya dengan Gia dan Adrian. Pasangan yang terkenal ini merupakan pasangan yang suka putus-sambung. Layaknya pasangan lain, Gia dan Adrian benar-benar menikmati masa pacaran mereka dengan penuh gejolak.

Hingga suatu saat, secara tidak sengaja, Freya mulai membuka dirinya kepada Adrian. Biasanya mereka hanya bertegur sapa secara singkat. Namun kali ini, mereka baru mengenal lebih jauh pribadi masing-masing.

Tidak hanya itu, kejenuhan yang melanda hubungan Freya dan Moses serta Gia dan Adrian tampaknya juga memicu munculnya rasa sayang antara Freya dan Adrian. Ya, perselingkuhan itu muncul di antara mereka.

Rasa sayang yang tidak pada tempatnya itu hadir tanpa bisa ditolak dan tanpa rencana. Mereka terjebak dalam pusaran rasa sayang, cemburu, bimbang, dan kecewa.

Remember When karya Winna Efendi mengantarkan kita pada masa-masa indah semasa SMA. Persahabatan yang kental begitu dekat dengan kehidupan masa SMA. Begitu pun kisah cintanya. Manis, indah, penuh kenangan, dan mendebarkan.

Masa indah di mana kita mulai menyayangi seseorang, entah pacar atau pun sahabat. Semua terasa lebih bergejolak manakala ada seseorang yang hadir selain dirinya. Seseorang yang selama ini membuat kita nyaman di sisinya. Seseorang yang tanpa terduga mampu membuat hati kita berdesir.

Ketidakmungkinan untuk bersatu kerap menjadi alasan bagi mereka yang mengalami cinta segitiga. Namun ketika semua itu terungkap, rasa sayang yang tidak pada tempatnya akan menguap begitu saja. Memilih itulah jalan satu-satunya. Berkorban itulah yang harus dilakukan. Meski demikian, hati yang berkata jujurlah yang pada akhirnya akan mencairkan kebekuan.

Cover :
Read More >>

Picture of Taylor Swift

Setelah selesai memposting foto Taylor Lautner mantan Nessie Taylor Swift. Sekarang Nessie mau kasih foto Kakak Nessie. Siapa lagi kalau bukan Taylor Swift

Ini Fotonya :





Read More >>
 

♥ 아이코 ♥ Nessie Anatasha ♥ 愛子 ♥ | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by ♥ Nessie Anatasha ♥